SMA TIGA KUNINGAN AKAN BANGUN LAHAN PARKIR PUNGUT BIAYA PADA SISWA

SMA TIGA KUNINGAN AKAN BANGUN LAHAN PARKIR PUNGUT BIAYA PADA SISWA

SMA TIGA KUNINGAN AKAN BANGUN LAHAN PARKIR PUNGUT BIAYA PADA SISWA

Kuningan,Aktualid.com SMAN Tiga Kuningan merupakan sekolah paforite ite bagi sebagian masyarakat untuk bisa menyekolahkan anaknya.

Siswa SMAN Kuningan yang cukup banyak sedangkan sarana masih dirasa kurang,hingga pihak sekolah perlu adanya penambahan sarana prasarana penunjang seperti diantaranya lahan parkir.SMAN 3 Kuningan yang dulunya ex SPGN berada di area Pandapa dan Stadion memang tidak begitu luas sehingga Siswa Siswi yang membawa kendaraan bermotor menitipkan parkir di area parkir Stadion.

Dalam upaya membangun lahan parkir pihak sekolah memungut biaya pada siswanya dengan tingkatan kelas biaya berbeda,seperti kls 1 Rp 175.000 kls 2 Rp 150.000 dan kls 3 Rp 100.000 / siswa.

Orang tua siswa kaget kenapa di saat ekonomi seret akibat pandemi Sekolah malah memngut biaya,Orang Tua Siswa yang namanya minta di rahasikan mengatakan ” Sebenarnya itu bukab musyawarah, kesepakatan yang dilaporkan ke ortu siswa, zaman sekarang dipungut biaya jadi bebas spp itu hanya retorika saja ditambah dampak covid nyari 10 – 20 rb aja susahnya bukan main, Jadi tolak ukurnya jangan mereka mereka yang mampu, sebenarnya banyak ortu yang menggerutu, bukan karena miskin tapi hidup sekarang paspasan. ”

Kelala SMAN 3 Kuningan Moch Chaeri ketika di minta tanggapannya melaui Whats App mengatakan Wa’alaikumussalam wr wb.
Kami sekolah mempunyai program sekolah diantaranya :
1. Pengembangan Ruang Belajar karena animo peserta didik dari SMP/MTs yang ke SMAN 3 luarbiasa banyaknya, seperti Penerimaan Peserta Didik tahun 2021 yang awalnya 9 rombel menjadi 10 rombel.
2. Persiapan peserta didik untuk mengikuti lomba/kejuaran atas keinginan peserta didik yang tinggi.
Kedua program tersebut diajukan kepada Komite Sekolah lalu direspon dengan baik, sehingga Komite Sekolah mengadakan musyawarah dan hasilnya, orang tua siswa memberikan sumbangan kepada Komite Sekolah selaku Pengelola Anggaran dan pihak Sekolah selaku penyelengara pendidikan, dan sumbangannya bervariasa sesuai kesepakatan ada yang 100 rbu, 150 rbu dan 175 serta ada pula yang dibebaskan karena prestasi, yang memiliki Kartu Indonesia Pintar dan dari keluarga yang kurang mampu.
Ini sesuai permendikbud no 75 tahun 2016 serta hasil dari sosialisasi Saber Pungli.

Irman

aktualido

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.